Kamis, 21 September 2017

Potensi Spons Sebagai Habitat Biogenik Hewan Lunak Di Padang Lamun

id spons, Padang lamun, ekosistem pesisir, tempat berlindung, biota laut, peneliti, FPIK IPB, Institut Pertanian Bogor, IPB, Prof. Dietriech G. Bengen, N
Potensi Spons Sebagai Habitat Biogenik Hewan Lunak Di Padang Lamun
Potensi Spons Sebagai Habitat Biogenik Hewan Lunak Di Padang Lamun. (Humas IPB)
Pada ekosistem lamun memiliki beragam organisme asosiatif berbentuk seperti spons. Ekosistem lamun juga memiliki tingkat kesuburan yang tinggi.
Bogor (Antara Megapolitan) - Padang lamun merupakan suatu ekosistem pesisir yang memiliki produktivitas hayati tinggi. Secara ekologis ekosistem ini berperan sebagai habitat, daerah mencari makan dan juga tempat berlindung berbagai jenis biota laut.

Pada ekosistem lamun memiliki beragam organisme asosiatif berbentuk seperti spons. Ekosistem lamun juga memiliki tingkat kesuburan yang tinggi.

Hal ini tentu dapat mempengaruhi komunitas spons dan produksi metabolit sekundernya. Spons diketahui dapat memiliki beragam organisme asosiatif pada jaringan tubuhnya.

Dengan demikian, spons berperan penting sebagai habitat biogenik yang menyokong reproduksi dan ketahanan hidup fauna asosiatifnya, dan berperan penting dalam menjaga biodiversitas fauna di ekosistem laut.

Tiga orang peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) terdiri dari Prof. Dietriech G. Bengen, Nyoman Metta Natih dan Meutia Samira Ismet melakukan penelitian terhadap potensi spons sebagai habitat biogenik meso-invertebrata (makhluk hidup berukuran kecil dan tidak bertulang belakang) di ekosistem lamun.

Penelitian tersebut bertujuan untuk mempelajari struktur komunitas meso-invertebrata simbion spons dan potensi spons sebagai habitat biogenik di ekosistem lamun.

Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa spons akan memiliki kelimpahan yang lebih tinggi pada hamparan lamun yang disusun lebih dari satu jenis lamun, terutama yang berukuran kecil dan kerapatan tinggi.

Komunitas spons pada keempat stasiun pengamatan terdiri dari 23 jenis spons dengan kelimpahan yang berbeda pada tiap stasiun, dengan didominasi oleh spons Sp1 dan Sp3, yang diduga merupakan spons jenis Spirastrella sp. dan Agelas conifera. Spons yang memiliki mesofauna asosiatif pada jaringan tubuhnya hanya berjumlah 16 jenis, dari total 23 jenis yang ditemukan.

Mesofauna asosiatif yang ditemukan pada lamun tersebut berasal dari kelompok polychaeta, oligochaeta, crustacean, ophiuridea dan gastropoda.

Kelimpahan mesofauna asosiatif pada jaringan tubuh spons memiliki hubungan yang erat dengan aktivitas hambat jaringan tubuh spons terhadap bakteri patogen (E. coli, S. aureus dan P. aeroginosa).

Hal ini ditengarai berkaitan dengan strategi perlindungan spons terhadap infeksi bakteri patogen dan sebab mesofauna asosiatif memilih spons sebagai habitat untuk berlindung dari predator dan tekanan lingkungan. (IRM/ris)

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga