Kamis, 21 September 2017

Bima Arya: Ingatkan Pentingnya Persatuan (Video)

id Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, HUT ke-72 RI, sejarah bangsa Indonesia, toleransi, Bung Karno, Lapangan Sempur, Kapten Muslihat, bogor
Bima Arya: Ingatkan Pentingnya Persatuan (Video)
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menekan tombol sirine saat menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan HUT ke-72 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2017, di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/M.Tohamaksun).
Indonesia merdeka karena bersatu.
Bogor (Antara Megapolitan) - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dalam pidato HUT ke-72 Republik Indonesia, mengingatkan bahwa sejarah bangsa Indonesia adalah sejarah tentang kebersamaan lintas generasi yang bersatu.

"Indonesia merdeka karena bersatu," kata Bima di Bogor, Kamis.

Bima mengatakan, bangsa Indonesia bisa berdiri kokoh hingga saat ini karena bisa menjaga persatuan. Seperti yang dikatakan Bung Karno "Indonesia ibarat sapu lidi". Kalau tidak diikat akan tercerai-berai, semakin kuat ikatannya, akan menjadi satu kesatuan.

Menurutnya, tugas sejarah generasi saat ini dan yang akan datang adalah meneguhkan ikatan, mengokohkan persatuan. Saat ini bangsa Indonesia menghadapi tantangan terbesar atas kebersamaannya.

"Komitmen bangsa ini atas toleransi dan keberagaman tengah diuji," katanya.

Ia mengatakan, hendaknya bangsa Indonesia saat ini tidak membiarkan kepentingan politik dan ekonomi membelah bangsa, teknologi dan media sosial jadi alat pemecah dan merusak indahnya persaudaraan.

Seperti kata Bung Karno, Indonesia bukan milik satu golongan, satu agama, satu kelompok, satu suku.

"Tapi milik dari Sabang sampai Merauke, Miangas Rote," katanya.

.

Labih lanjut Bima mengatakan, bersatu dan bersama buka hanya soal panggilan sejarah. Tapi juga untuk menunaikan janji kemerdekaan untuk mewujudkan sebuah negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Ini semua hanya tercapai ketika kita semua bersatu," katanya.

Ia mengingatkan, kebersamaan bisa tercederai dan terkoyak karena ketidakadilan. 72 tahun bangsa Indonesia merdeka, belum semua rakyat merasakan buah kemerdekaan. Di Kota Bogor juga masih ada kurang lebih sekitar 7.720 warga miskin.

Bima meminta aparatnya untuk turun ke lapangan, memastikan pemerintah hadir untuk memberikan keadilan bagi masyarakat. Pemerintah tidak bisa sendiri, perlu peran serta masyarakat dan pihak terkait.

"Bung Karno mengatakan, yang membawa Indonesia merdeka adalah kapal persatuan maka kapal yang akan membawa Bogor menjadi kota yang sejahtera adalah kapal yang sama," kata Politisi PAN ini.

Dalam sambutannya, Bima juga mengajak seluruh peserta upacara berdoa bersama. Mendoakan para pejabat dan ASN agar amanah dalam menjalankan tugasnya melayani masyarakat, hingga membawa Kota Bogor menjadi lebih baik, menghilangkan kemiskinan, kesemrawutan, kekumuhan, pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, serta transportasi yang teratasi.

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-72 tingkat Kota Bogor, dipusatkan di Lapangan Sempur. Dihadiri seluruh perwakilan instansi, BUMD, BUMN, pemangku kementingan, pelajar, hingga masyarakat.

Setelah mengibarkan sang saka Merah Putih, upacara diisi dengan penampilan kolosal berkisah tentang pejuangan Kapten Muslihat yang dipersembahkan oleh Kodim 0606/Kota Bogor.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga