Kamis, 21 September 2017

Konsumen Indonesia Diajak Peduli Pada Hutan

id FSC, Forest Stewardship Council, Tetra Pak Indonesia, peduli, hutan, kelestarian hutan, Indra Setia Dewi, Business Development FSC, Roadshow FSC Corne
Konsumen Indonesia Diajak Peduli Pada Hutan
Indra Setia Dewi, Business Development FSC Indonesia saat memberi penjelasan tentang produk bersertifikat FSC di supermarket. (Foto Humas FSC Indonesia).
Khusus untuk konsumen supermarket di Indonesia ajakan ini agar konsumen mengenali manfaat dan memilih produk bersertifikat FSC bagi kelestarian hutan.
Bogor (Antara Megapolitan) - Konsumen di Indonesia terus diajak Organisasi Forest Stewardship Council (FSC) dan mitranya Tetra Pak Indonesia untuk terus peduli pada hutan.

"Khusus untuk konsumen supermarket di Indonesia ajakan ini agar konsumen mengenali manfaat dan memilih produk bersertifikat FSC bagi kelestarian hutan," kata "Business Development" FSC Indonesia Indra Setia Dewi di Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Karena itu, dalam upaya mengajak konsumen untuk peduli pada hutan, FSC Indonesia bersama dengan Tetra Pak Indonesia melakukan edukasi konsumen dalam acara "Roadshow FSC Corner 2017" yang pada putaran kedua diselenggarakan di Yogya Cimanggu, Bogor.

Ia menjelaskan bahwa program "FSC Corner" merupakan bagian dari rangkaian program edukasi konsumen yang bertema "#Peduli Hutan Berawal Dari Rumah"

Dalam acara yang juga dihadiri oleh "Environment Manager" Tetra Pak Indonesia Reza Andreanto itu diadakan berbagai kegiatan edukasi.

Di antaranya mengundang 120 anak Taman Kanak-Kanak (TK) Kartika Bogor yang melaksanakan berbagai macam perlombaan seperti lomba belanja produk FSC label, menari, "story telling" (bercerita), dan lainnya.

Kegiatan juga diselingi pemberian secara simbolis "dropbox" atau tempat sampah ramah lingkungan oleh Reza Andreanto kepada "Chief Operation" Yogya Cimanggu Bogor Indriyati Setiawan.

Dalam kaitan sertifikasi hutan di Indonesia, terdapat Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang bersifat wajib (mandatory) dari negara, sedangkan FSC bersifat "voluntary business to business", di mana keduanya penting dilakukan untuk mewujudkan hutan lestari.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga