Selasa, 22 Agustus 2017

Warganet Jangan Viralkan Video Kekerasan

id Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawangsa, warga internet, warganet, viral, video, tayangan kekerasan, perundungan, bullying, media sosial, pelajar
Warganet Jangan Viralkan Video Kekerasan
Menteri sosial RI Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) mengunjungi rumah keluarga pelajar yang tewas diduga akibat bullying rekannya di SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto Antara/Aditya A Rohman/17).
Mari kita bersama-sama mengendalikan diri untuk tidak men-share` video ke media sosial yang menayangkan aksi kekerasan maupun `bullying`, apalagi sampai memviralkannya.
Sukabumi (Antara Megapolitan) - Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa mengimbau warga internet (warganet) agar tidak memviralkan video atau tayangan kekerasan dan perundungan (bullying) di media sosial.

"Mari kita bersama-sama mengendalikan diri untuk tidak men-`share` video ke media sosial yang menayangkan aksi kekerasan maupun `bullying`, apalagi sampai memviralkannya," katanya di sela takziah ke rumah pelajar SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Caringin yang tewas diduga korban perundungan, Jumat.

Ia mencontohkan aksi massa di Babelan, Bekasi yang di-"share" ke media sosial dan menjadi viral, bisa mengganggu psikologi orang yang menontonnya, khususnya anak di bawah umur yang akan mencontohnya.

Menurut dia, makin sering melihat viral kekerasan maupun perundungan, akan makin tidak sadar dengan tayangan seperti itu dan menganggapnya hal yang biasa terjadi di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, lanjut dia, menggunakan media sosial harus secara bijak, seperti dengan cara menyaring sebelum menyebarkan sesuatu ke media sosial. Cara tersebut merupakan salah satu kunci sederhana mencegah terjadinya kekerasan dan perundungan di tengah masyarakat.

"Kita, khususnya `nitizen` (warganet) saring dahulu semua yang kira-kira bisa bedampak pada kehidupan berbangsa dan bernegara sebelum disebarkan ke media sosial," tambahnya.

Khofifah mengatakan bahwa dirinya merasa miris banyaknya tayangan kekerasan yang tidak hanya di media sosial, tetapi juga di televisi.

Ia khawatir anak di bawah umur yang pikirannya masih labil akan mudah menyerap aksi kekerasan dan memperagakannya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga