Sabtu, 23 September 2017

Presiden Dorong Ilmuwan Melakukan Riset Perubahan Tataran Sosial

id Presiden Dorong Ilmuwan Riset Perubahan Tataran Sosial, Presiden Joko Widodo, Jokpwi
Presiden Dorong Ilmuwan Melakukan Riset Perubahan Tataran Sosial
Presiden Joko Widodo. (Foto Antara/Andika Wahyu/dok)
Perubahan kebiasaan dan kemajuan teknologi dapat dikelola dengan baik serta membawa dampak yang positif bagi pembangunan bangsa dan negara.
Surakarta, (Antara Megapolitan) - Presiden Joko Widodo mendorong ilmuwan untuk melakukan riset-riset mengenai perubahan tataran sosial sebagai dampak dari kemajuan teknologi, khususnya di bidang informasi.

"Sekarang kita harus menyiapkan kerangka kebijakan baik bidang ekonomi, bidang politik, maupun di bidang sosial yang bisa digunakan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang tadi saya sampaikan. Termasuk menyiapkan mode pembangunan sosial yang tepat sehingga perubahan-perubahan tersebut tidak merusak masyarakat kita," kata Presiden dalam sambutannya saat membuka acara Sebelas Maret International Conference on Business, Economics, and Social Sciences (SMICBES) di Hotel Best Western Premier Hotel, Solo, Rabu.

Presiden berharap perubahan kebiasaan dan kemajuan teknologi dapat dikelola dengan baik serta membawa dampak yang positif bagi pembangunan bangsa dan negara.

Kepala Negara mengatakan banyak terjadi perubahan sosial akibat adanya kemajuan teknologi yang dapat digunakan secara instan melalui internet maupun telepon pintar.

Kemajuan teknologi, ujar Presiden, juga memungkinkan terjadinya perubahan dalam pola penyebaran ideologi termasuk ideologi radikal ataupun ideologi kekerasan yang sangat cepat.

"Banyak teroris yang belajar sendiri dari media sosial, kemudian menjadi teroris 'lone wolf' yang tidak bergabung dengan sebuah organisasi," kata Presiden menjelaskan.

Oleh karena itu, Kepala Negara menginginkan agar ilmuwan-ilmuwan sosial dapat meneliti tentang dampak penggunaan kemajuan teknologi yang mempengaruhi struktur tataran sosial di masyarakat Indonesia.

Jokowi mencontohkan riset-riset yang dapat dilakukan antara lain mempelajari isu di media sosial dan dampak maupun reaksi sosial hingga kepada metode pembelajaran di kelas-kelas di perguruan tinggi.

"Dengan menyiapkan sejak dari awal antisipasi berbagai perubahan itu, maka saya yakin ilmu-ilmu sosial akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan bangsa kita Indonesia," ujar Jokowi.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Sebelas Maret International Conference on Business, Economics, and Social Sciences (SMICBES) bekerja sama dengan Asosiasi Program Doktor Manajemen Indonesia (APDMI) dan Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS).

Tujuan konferensi internasional itu adalah sebagai sarana diseminasi hasil penelitian di bidang bisnis, ekonomi dan ilmu sosial lain serta meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.

Konferensi tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi ilmiah dari Universitas Sebelas Maret dan perguruan tinggi lain di Indonesia.

Sebanyak 3 pembicara utama yang hadir dalam konferensi yaitu Profesor James E Owers dari Harvard University Amerika Serikat, Profesor Ali Fatemi dari DePaul University Amerika Serikat, dan Profesor Amine Tarazi dari University of Limoges Prancis.

Kemudian 232 paper akan dipresentasikan oleh para peneliti baik berasal dari Indonesia dan luar negeri seperti Malaysia, Thailand, Inggris, Perancis, Australia, India dan Jepang. 

Editor: Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga