Rabu, 20 September 2017

FKH IPB Latih Para Praktisi Laboratorium Berbagai Institusi

id Fakultas Kedokteran Hewan, FKH, Institut Pertanian Bogor, IPB, Pelatihan, Biosafety dan Biosecurity, BSL-3 Laboratory, Asosiasi Bioresiko Indonesia, A
FKH IPB Latih Para Praktisi Laboratorium Berbagai Institusi
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Pelatihan Biosafety dan Biosecurity untuk BSL-3 Laboratory. (Humas IPB).
Laboratorium BSL-3 merupakan tempat isolasi bahan biologis membahayakan manusia yang dapat menular; hewan ke manusia, manusia ke manusia.
Bogor (Antara Megapolitan) - Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar Pelatihan Biosafety dan Biosecurity untuk BSL-3 Laboratory, kerjasama FKH IPB dengan Asosiasi Bioresiko Indonesia (ABI) yang mengacu pada  Standar Nasional Indonesia (SNI). Acara digelar di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Rabu (9/8).

Para peserta terdiri dari staf FKH, Pusat Studi Satwa Primata, mahasiswa S2 dan S3, dan juga dari  Japan International Corporation Agency (JICA). Juga diikuti mitra pendidikan FKH IPB, antara lain Badan Karantina Pertanian, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan, Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan, dan dari Biologi LIPI.

Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama dan Pengembangan FKH IPB, Dr. drh. Trioso Purnawarman menyampaikan, dengan pelatihan ini para peserta akan mendapatkan manajemen pengelolaan biosafety dan biosecurity  laboratorium BSL-3, mulai dari standard operasional, sampai pelaksanaan bagaimana pengelolaan limbah laboratorium yang sering dikhawatirkan masyarakat.

Laboratorium BSL-3 merupakan tempat isolasi bahan biologis membahayakan manusia yang dapat menular; hewan ke manusia, manusia ke manusia. Dalam pelatihan ini diberikan pemahaman bagaimana teknik biosafety terhadap dirinya, dan biosecurity terhadap orang lain dan lingkungan.

Pelatihan ini merupakan yang ke-6. Pelatihan pertama mengenai pengetahuan dasar, bagaimana mengoleksi hewan sebelum hewan dibawa ke laboratorium, kemudian mengisolasi virus, bagaimana me-running alat Next Generation Sequence (NGS) yang merupakan alat andalan FKH IPB.

Selain itu, training of trainer (ToT), melatih para trainer untuk menjalankan aktivitas di BSL-3. Hal ini juga untuk memberikan pemahaman setiap orang khususnya yang akan menggunakan laboratorium, harus melakukan training terlebih dahulu.

Pelatihan yang diberikan meliputi Principle of Laboratory Biosafety and Biosecurity, Risk Assessment, Biosafety Cabinet, Decontamination and Waste Management, Infectious Substance Transport, Emergency Response, BSL-3 Practices.

Sebelumnya, FKH IPB telah mendapatkan hibah hasil kerjasama dengan JICA dan tiga perguruan tinggi yaitu Universitas Yamaguchi, Tokyo University dan Nagoya University, berupa peralatan laboratorium BSL-3. (dh)

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga