Jumat, 22 September 2017

Departemen Manajemen FEM IPB Inisiator Summer Course Internasional Untuk Pengelolaan UKM

id Summer Course Internasional, Departemen Manajemen, FEM IPB, Inisiator, UKM, Small Scale and Medium Enterprises, SsME, Institut Pertanian Bogor, IPB,
Departemen Manajemen FEM IPB Inisiator Summer Course Internasional Untuk Pengelolaan UKM
Foto Bersama Departemen Manajemen FEM IPB. (Humas IPB).
Akan tetapi, beberapa UMKM dapat menangani masalah tersebut melalui pembelajaran kompetensi kewirausahaan untuk meningkatkan kompetensinya.
Bogor (Antara Megapolitan) - Summer Course Internasional untuk Pengelolaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia adalah program khusus untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi khususnya dalam pengelolaan Short Course on Management of Indonesian Small Scale and Medium Enterprises (SsME) berdasarkan produk pertanian. Acara ini dilaksanakan tanggal 6-17 Agustus 2017.
 
Pada tanggal 6 Agustus 2017, agenda yang dilakukan adalah penyambutan dan penerimaan Participants of Summer Course 2017  di Balai Kota Bogor. Dalam acara ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Dr. Bima Arya Sugiarto; Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Yusman Syaukat; Ketua Departemen Manajemen FEM IPB, Dr. Mukhamad Najib; dosen dan staf Departemen Manajemen; serta dihadiri oleh 20 peserta Summer Course yang berasal dari Malaysia, Vietnam dan Mesir.
       
Summer Course fokus pada penciptaan nilai UKM termasuk operasi pemasaran, sumberdaya manusia, dan aspek keuangan untuk keberlanjutan usaha. Kursus ini akan memberikan studi komprehensif yang mencakup teori dan studi kasus UKM di Indonesia. Seleksi kasus ini akan dianalisis dan diuraikan lebih lanjut selama kursus berlangsung. Peserta juga akan mengunjungi UKM yang telah sukses dalam rangka mengembangkan usaha mereka.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah berkontribusi secara signifikan untuk memperbaiki ekonomi dan masyarakat Indonesia. Selama krisis ekonomi pada tahun 1998, UMKM mampu bertahan dalam perekonomian negara  pada saat terjadi goncangan. Fakta menunjukkan bahwa perusahaan ini merupakan isu vital yang menyediakan kegiatan ekonomi untuk pengembangan ekonomi nasional.

Di sisi lain, UMKM menghadapi beberapa masalah seperti akses terbatas terhadap bahan baku, produktivitas rendah, kekurangan sumberdaya manusia, keterbatasan akses perbankan, dan terbatasnya peluang pasar.

''Akan tetapi, beberapa UMKM dapat menangani masalah tersebut melalui pembelajaran kompetensi
kewirausahaan untuk meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu, kisah kegagalan dan kesuksesan UKM yang ada di Indonesia akan memberikan banyak pelajaran bagi kita,'' ujar Dr. Mukhamad Najib.

Ia mengatakan, tujuan dilaksanakan Summer Course 2017 ini untuk berbagi pengetahuan tentang UKM di Indonesia; mengetahui kasus keberhasilan dan kegagalan UKM; dan untuk memperbaiki jaringan dan kolaborasi antar peserta.

Sementara itu, Rindang Matoati selaku Komisi Mahasiswa, Departemen Manajemen FEM IPB menjelaskan peserta Summer Course akan melakukan kunjungan ke aneka satwa harapan IPB, UKM binaan IPB, kerajinan kayu dan kerajinan tangan di Kabupaten Bogor, Bandung dan Jakarta. Peserta Summer Course akan belajar dan memahami secara langsung bahasa dan budaya Indonesia.

Dikatakannya, program ini terdiri dari beberapa kegiatan. Pertama, pendekatan teoritis dan pemahaman bisnis UKM. Kedua, studi kasus yaitu alat dan instrumen untuk pemecahan masalah. Ketiga, tamasya sosial dan teknis. Dan yang terakhir adalah pertukaran budaya dan jaringan antar peserta.

''Harapannya melalui Summer Course ini akan menjadi acara rutin setiap tahun dari Departemen Manajemen FEM IPB serta menjadi inisiator bagi negara lain untuk melaksanakan Summer Course di negaranya masing-masing. Sedangkan bagi para peserta diharapkan dapat lebih mengetahui kondisi UKM di Indonesia dan akan terjalin kerjasama yang erat antar negara nantinya,'' ujarnya.(AT)

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga