Kamis, 24 Agustus 2017

Festival Merah Putih Kota Bogor Rajut Kebersamaan

id Festival Merah Putih, HUT Ke-73, Republik Indonesia, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Ketua Panitia, Festival Merah Putih, Awaludin Sarmidi, bogor
Festival Merah Putih Kota Bogor Rajut Kebersamaan
Petugas kebersihan berjalan melewati Taman Air Mancur yang dipasang umbul-umbul Merah Putih di jalan Sudirman, Kota Bogor, Jawa Barat. (Foto Antara/Arif Firmansyah).
Festival Merah Putih ini menunjukkan keberagaman, persatuan, dan kesatuan semua elemen di Kota Bogor dalam mendukung ke-Bhinnekaan yang senantiasa hidup di bumi tercinta Indonesia.
Bogor (Antara Megapolitan) - Berbagai unsur di Kota Bogor, Jawa Barat, menggelar Festival Merah Putih dalam rangka menyambut HUT Ke-73 Republik Indonesia, Minggu, yang mengandung banyak arti salah satunya upaya merajut kebersamaan dalam keberagaman.

Festival diikuti seluruh unsur Muspida Kota Bogor, tokoh lintas agama, masyarakat dan komunitas. Dengan berpakaian merah putih, pawai berjalan kaki sampai membawa mendera merah putih, berukuran 5x100 meter dari Balai Kota menuju Jl Sudirman Kota Bogor.

Turut berjalan kaki membawa bendera yaitu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kapolresta Bogor Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, Danrem 061/Suryakancana Kolonel Inf Mirza Agus, Dandim 0606 Letkol Inf Dody Suhardiman, Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Fransisco dan sejumlah tokoh lainnya.

"Festival Merah Putih ini menunjukkan keberagaman, persatuan, dan kesatuan semua elemen di Kota Bogor dalam mendukung ke-Bhinnekaan yang senantiasa hidup di bumi tercinta Indonesia," kata Danrem 061/SK Kolonel Inf Mirza Agus.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan bendera berukuran fantastis yang diarak dalam Festival Merah Putih tersebut merupakan hasil rajutan dan jahitan semua unsur. Lalu bendera diarak oleh masyarakat dari semua elemen, mulai dari TNI, Kepolisian dan ormas.

"Ini menunjukkan Kota Bogor memiliki satu bahasa yakni bahasa persatuan bukan bahasa perbedaan, dari Kota Bogor untuk Indonesia dan untuk kebersamaan kita," kata Bima.

Bia mengatakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ada yang sudah selesai dan ada yang belum selesai, ada yang bisa diperdebatkan dan ada juga yang tidak bisa, ada yang boleh dipolemikan dan ada juga yang tidak.

"Ada empat hal yang sudah selesai tidak bisa diperdebatkan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Sudah selesai dan tidak bisa diperdebatkan, Harga Mati..!!," kata Bima.

Keempat hal yang lazim disebut Empay Pilar tersebut, lanjut, Bima, tidak perlu diperdebatkan dan tidak perlu berpolemikan. Itulah yang mengikat semua unsur yang ada di Negara Kesatuan Repubik Indonesia (NKRI).

Sedangkan hal yang belum selesai, sambung politisi PAN itu, adalah kemiskinan dan kebodohan bahkan kemacetan.

"Maka dari itu, yang sudah selesai jangan diributkan, tetapi mari bersama-sama memfokuskan energi kita menyelesaikan yang perlu diselesaikan," kata Bima.

Bima menambahkan, melalui Festival Merah Putih ini, Kota Bogor menyampaikan pesan kepada Indonesia, bahwa keberagaman adalah keniscayaan namun kebersamaan perlu terus diperjuangkan.

"Kota Bogor menunjukkan kepada Indonesia, apa yang sudah kita miliki selama ini sampai hari ini yaitu bersama dalam keberagaman," katanya.

Ketua Panitia Festival Merah Putih, Awaludin Sarmidi mengatakan rangkaian Festival Merah Putih 2017 telah dimulai diawali dengan pemasangan umbul-umbul merah putih sebanyak 17.845 di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

"Tujuan Festival Merah Putih adalah menciptakan kebersamaan dalam perbedaan. Membangun sinergitas antara Kota dan Kabupaten, dan mengajak masyarakat untuk menumbuhkan nasionalisme melalui simbol negara, yakni bendera Merah Putih," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga