Selasa, 22 Agustus 2017

Kapal Tanker Minyak Pertamina Terbesar Diproduksi Di Lampung

id Kapal Tanker, Minyak, Pertamina, PT, Terbesar, Diproduksi, Lampung, Panjang, Batam, Singapura, Pantai, Teluk Semaka, Kotaagung, Tanggamus, BBM, bensi
Kapal Tanker Minyak Pertamina Terbesar Diproduksi Di Lampung
Asisten Bidang Ekbang Pemprov Lampung, Adeham (tengah, menekan tombol) saat serah terima Kapal Tanker minyak dari PT DRU ke PT Pertamina, di Panjang, Bandarlampung. (ANTARA FOTO/Humas Pemprov Lampung).
Kapal berbobot mati 17.500 dead weight tonnage (DWT), panjang 157,50 meter, kecepatan ABT 13.0 knots tersebut merupakan tanker minyak mentah terbesar Pertamina yang dibangun DRU.
Bandarlampung (Antara Megapolitan-Bogor) - Pemerintah Provinsi Lampung mengapresiasi produksi kapal tanker minyak mentah milik Pertamina 'MT Panderman' yang dibangun PT Daya Radar Utama (DRU) di Panjang, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung.

"Saya ucapkan selamat atas penyerahan ini. Saya bangga di Lampung terdapat perusahaan galangan yang dapat menciptakan kapal seperti ini. Kiranya ini dapat mendukung pembangunan kemaritiman di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung," ujar Asisten Bidang Ekbang, Adeham saat meninjau serah terima ke Pertamina, di galangan PT DRU Unit Lampung, Panjang, Bandarlampung, Kamis (3/8/2017).

Kapal berbobot mati 17.500 dead weight tonnage (DWT), panjang 157,50 meter, kecepatan ABT 13.0 knots tersebut merupakan tanker minyak mentah terbesar Pertamina yang dibangun DRU.

Menurut Adeham yang mewakili Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo itu, kehadiran galangan kapal DRU diharapkan memberdayakan industri dalam negeri dan mendukung pembangunan poros maritim di Provinsi Lampung.

Sekitar 15 Kapal Dipesan Di Dalam Negeri

Direktur Utama PT DRU, Amir Gunawan, mengatakan kepercayaan Pertamina membangun kapal tersebut merupakan modal berharga dalam menghidupkan industri maritim Lampung.

"PT Pertamina membimbing kami. Sehingga menjadikan kami salah satu galangan swasta nasional yang sanggup berkiprah dalam pembangunan untuk kekuatan maritim bangsa," ujar Amir.

Di sisi lain, Senior Vice President Shipping Pertamina, Alfian Nasution, mengatakan produksi kapal di Lampung itu membantu program pemerintah mengembangkan poros maritim.

Menurut Alfian, Pertamina berkomitmen memberdayakan industri perkapalan nasional. "Beberapa tahun terakhir sekitar 15 kapal yang kami pesan di dalam negeri, tetapi untuk kelas general purpose, ini yang pertama dibangun galangan swasta yakni PT DRU," kata Alfian Nasution.

Selain di Lampung, Pertamina memesan kapal ke PT Anggrek Hitam Shipyard, Batam, Kepulauan Riau dan PT Multi Ocean Shipyard. Saat ini Pertamina memiliki 65 kapal dalam berbagai ukuran untuk mengangkut minyak mentah dan produk turunannya guna memenuhi kebutuhan energi nasional.

Hingga tahun 2017 terdapat 11 unit kapal yang siap dikirimkan galangan kapal. Selain delapan kapal dari galangan lokal, Pertamina juga menerima tiga kapal medium range dengan bobot mati 40 ribu DWT dari New Times Shipbuilding Co Ltd, Tiongkok pada kuartal I-2016.

Investasi tiga kapal yang masing-masing bernama MT Sanggau, MT Serui, dan MT Sanana tersebut mencapai total 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,35 triliun. (RLs/Humas Prov/ANT/BPJ/MTh).

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga