Selasa, 22 Agustus 2017

Mahasiswa IPB Manfaatkan Gulma Untuk Produktivitas Pakcoy

id Pakcoy, Brassica rapa L, Dept. AGH, Faperta, IPB, Arijuddin Yusuf Wananto, dosen pembimbing, Dr. Ir. Maya Melati, MS, MSc, pupuk kandang ayam, kipahit
Mahasiswa IPB Manfaatkan Gulma Untuk Produktivitas Pakcoy
Tanaman pakcoy dengan dua aplikasi konsentrasi pupuk berbeda (atas) dan beberapa hama tanaman pakcoy (bawah). (Humas IPB).
Kami meneliti pakcoy karena salah satu sayuran yang biasa dibudidayakan secara organik.
Bogor (Antara Megapolitan) - Mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (Dept. AGH - Faperta - IPB),  Arijuddin Yusuf Wananto meneliti peningkatan produktivitas pakcoy (Brassica rapa L.) dengan pemberian pupuk kandang ayam dan aplikasi pupuk Tithonia diversifolia (Kipahit).

Penelitian ini di bawah bimbingan dosen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB,  Dr. Ir. Maya Melati, MS, MSc.

Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan organik IPB, Cikarawang, Dramaga Bogor pada bulan Mei sampai Agustus 2016.

Percobaan menggunakan model rancangan kelompok lengkap teracak dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah  dosis pupuk kandang ayam dengan 4 taraf (0, 7, 14, 21 ton per hektar).

Faktor kedua adalah bentuk cara aplikasi kipahit dengan 3 taraf (tanpa, padat, larutan).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan produksi pakcoy lebih dipengaruhi oleh dosis pupuk kandang ayam.

Dosis pupuk kandang optimal di dapat pada dosis 14,5 - 14,8 ton per hektar.

Sedangkan aplikasi pupuk kipahit memberikan pengaruh kepada terhadap bobot basah daun, bobot kering daun dan indeks luasan daun.

Terdapat indikasi bahwa cara aplikasi kipahit cair memiliki efek yang lebih baik dibandingkan dengan metode aplikasi lainnya.

''Kami meneliti pakcoy karena salah satu sayuran yang biasa dibudidayakan secara organik. Sayuran ini banyak diminati pasar dan perlu upaya untuk meningkatkan produksinya,'' kata Arijuddin.

Pakcoy merupakan salah satu sayuran daun kerabat dari sawi yang berumur pendek dan merupakan sayur introduksi dari Cina.

Tanaman ini memiliki daun yang bertangkai, berbentuk agak oval, berwarna hijau tua, dan mengkilap.

Tangkai daunnya berwarna putih atau hijau muda, gemuk, dan berdaging. Tanaman ini dapat dipanen pada umur 30-45 hari setelah tanam. Sayuran ini baik ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Produk sayuran organik memiliki kualitas yang lebih baik dari segi kesehatan. Masalah yang dihadapi dalam budi daya sayuran organik adalah input pupuk yang cukup tinggi.

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat mengetahui rekomendasi penggunaan dosis pupuk kandang ayam dan cara aplikasi pupuk kipahit yang efektif.

Menurut Arijuddin, kipahit (Tithonia diversifolia) merupakan gulma yang berpotensi sebagai sumber hara.

Daun kipahit mengandung senyawa flavonoid, tannin, terpenoid, dan saponin. Kipahit juga dapat meningkatkan penyerapan hara, mudah terdekomposisi, memiliki nisbah C/N rendah, fraksi terlarut bahan organik tinggi, dan kandungan lignin yang rendah (6,5 persen) sehingga mudah terdekomposisi dan cepat menyediakan unsur hara ke dalam tanah. (AT/ris).

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga