Jumat, 22 September 2017

IPB Lepas 1.915 Peserta KKN-Tematik 2017

id KKN, KKN-T, Kuliah Kerja Nyata - Tematik, LPPM, Institut Pertanian Bogor, IPB, Lapangan, Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB, Dramaga, Bogor, Ketu
IPB Lepas 1.915 Peserta KKN-Tematik 2017
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) melepas 1.915 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata – Tematik (KKN-T) tahun 2017, di Lapangan Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga Bogor, Sabtu (15/7). (Humas IPB).
Tema KKN-T IPB tahun 2017 adalah 'Pengintegrasian Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Pengarusutamaan Pertanian'...
Bogor (Antara Megapolitan) - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) melepas 1.915 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata - Tematik (KKN-T) tahun 2017, Sabtu (15/7), di Lapangan Gedung Andi Hakim Nasoetion Kampus IPB Dramaga Bogor. Pelaksanaan kegiatan KKN-T IPB 2017 dimulai pada tanggal 17 Juli sampai 26 Agustus 2017.

Tema KKN-T IPB tahun 2017 adalah ''Pengintegrasian Pendidikan dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Pengarusutamaan Pertanian'' dengan sub  tema ''Pengembangan Pertanian Terpadu Berbasis Sumberdaya Wilayah dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan, Peningkatan Ekonomi Wilayah dan Kelestarian Lingkungan''.

Ketua panitia KKN-T, Dr. Iwan Prihantoro menjelaskan, KKN-T merupakan suatu wahana pembelajaran dan bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus. Mahasiswa bersama masyarakat mengidentifikasi dan menangani masalah pertanian dalam arti luas dan lingkungan serta masalah pembangunan lain yang dihadapi di daerah.   

Peserta KKN-T 2017 diikuti oleh 398 mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta), 212 mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet), 495 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM), 410 mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia (Fema), dan 400 Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Lokasi KKN-T IPB 2017 ini menyebar di enam provinsi dengan  29 kabupaten/kota, 107 kecamatan dan 300 desa; KKN Bersama (Kab.Bangka ), Kab. Tangerang, Kab. Sukoharjo, Kab.Padang lawas, Kab. Bandung, Kab. Bogor, Kab. Jepara, Kab. Cilacap, Kab. Belitung Timur, KKN Kebangsaan (Kab. Gorontalo), Kota Pekalongan, Kab. Subang, Kab. Sukabumi, Kab. Karawang, Kab. Tegal,  Kab. Bekasi, Kota Bogor, Kab. Pandeglang, Kab. Kuningan, Kab. Majalengka, Kab. Sumedang, Kab. Brebes, Kab. Purwakarta, Kab. Banjarnegara, Kab. Lebak, Kab.  Garut dan Kab. Indramayu.

Rektor IPB, Prof. Dr. Herry Suhardiyanto mengatakan, kegiatan KKN-T IPB diharapkan dapat mengasah softskill kemitraan, kerjasama tim lintas bidang ilmu (lintas profesi), dan leadership mahasiswa dalam mengelola program pembangunan di wilayah pedesaan.

Dikatakannya, kegiatan KKN-T IPB harus dapat membantu memberikan solusi terhadap permasalahan masyarakat pedesaan yang dilakukan secara berkesinambungan, sehingga memberikan manfaat yang optimal baik untuk masyarakat dan pemerintah daerah maupun bagi IPB sebagai lembaga pengemban Tridharma PerguruanTinggi.

Untuk itu, diperlukan upaya peningkatan rasa empati sivitas akademika terhadap dinamika masalah yang terjadi di masyarakat, khususnya petani, nelayan, dan masyarakat pedesaan.

''Peserta KKN-T IPB harus dapat menjaga kekompakan dan kerjasama dalam tim, dapat memanfaatkan tinggal di tengah masyarakat dengan belajar dan menimba ilmu pengetahuan yang baik. Bisa menjaga norma-norma adat istiadat masyarakat setempat, terutama harus benar-benar menjaga almamater IPB dengan penuh tanggung jawab. Sehingga kembali dari KKN-T peserta dapat membawa ilmu pengetahuan yang berharga dan bermanfaat untuk kehidupannya,'' paparnya.

Turut hadir dalam pelepasan mahasiswa peserta KKN-T IPB 2017 ini, diantaranya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan,  Prof. Dr. Yonny Koesmaryono; Kepala LPPM IPB, Dr. Prastowo; Wakil Kepala bidang Penelitian LPPM IPB, Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi; Wakil Kepala bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM IPB, Dr. Hartoyo; para dekan, wakil dekan, ketua departemen, dosen koordinator wilayah, dan dosen pembimbing lapang. (Awl)

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga