Selasa, 22 Agustus 2017

Mahasiswa IPB Ajak Masyarakat Indonesia Peduli Jalak Bali

id Jalak Bali, Curik bali, Juara I, Poster Design National Veterinery Competition, Mahasiswa, FKH, Institut Pertanian Bogor, IPB, I Kadek Fendy Lesmana P
Mahasiswa IPB Ajak Masyarakat Indonesia Peduli Jalak Bali
Burung Jalak Bali. (Humas IPB/I Kadek Fendy Lesmana Putra).
Dalam ajang tesebut saya membuat poster yang berjudul 'Biarkan Aku Berkicau di Tanah Bali' dengan tema poster 'Hewan Endemik Asli Indonesia'.
Bogor (Antara Megapolitan) - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni I Kadek Fendy Lesmana Putra meraih Juara I Poster Design National Veterinery Competition beberapa waktu lalu.

Lomba yang di adakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKH IPB ini mengusung tema ''Revolusi Mahasiswa Kedokteran Hewan dalam Pembangunan Indonesia''.

Lomba tersebut terdiri dari empat cabang perlombaan yaitu Poster, Social Project, Video Dokumenter dan Lomba Cerdas Cermat Veteriner (LCCV).

''Dalam ajang tesebut saya membuat poster yang berjudul ''Biarkan Aku Berkicau di Tanah Bali'' dengan tema poster ''Hewan Endemik Asli Indonesia'','' ungkap Fendy.

Hewan endemik yang dimaksud adalah Jalak Bali (Leucopsar rothschildi). Dijelaskan bahwa Jalak Bali merupakan sejenis burung pengicau, ukuran badan sedang (panjang kurang lebih kurang 25 cm), termasuk dalam suku Sturnidae.

Burung ini lebih dikenal sebagai Curik ketimbang Jalak. Jalak Bali memiliki ciri khas seperti bulu yang putih di seluruh tubuh kecuali pada ujung ekor dan sayapnya yang berwarna hitam. Bagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu, berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan.

Jalak Bali termasuk spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Hewan ini juga dilindungi oleh Undang-Undang dan statusnya sebagai kritis di dalam IUCN Red Listserta di daftarkan dalam CITES Appendix I.

Pada habitat aslinya burung Jalak Bali hidup secara liar, burung ini juga termasuk dalam kategori terancam punah. Jumlahnya semakin berkurang membuat satwa ini tergolong langka. Sekitar tahun 1910, jumlahnya diperkirakan hanya mencapai 900 ekor di Bali.

Tahun 1990, jumlahnya turun drastis menjadi 15 ekor. Tahun 2005, peneliti menemukan jumlahnya tinggal 5 ekor, sehingga pemerintah akhirnya mengambil tindakan untuk mencegah kepunahan tersebut.

Tahun 2008 diperkirakan jumlahnya kembali meningkat menjadi 50 ekor setelah dipelihara di Taman Nasional Bali Barat.
 
Burung Jalak Bali memiliki penampilan yang indah dan elok sehingga burung ini sangat diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung.

Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk itu, perlu dilakukan program penangkaran Jalak Bali.

Perkembangbiakan burung Jalak Bali terjadi pada musim penghujan (berkisar antara Oktober hingga Mei tahun berikutnya). Mereka biasa membuat sarang di pepohonan, semak-semak, pohon palem pada alam bebas. Umumnya burung Jalak Bali suka hidup bergerombol dan mengonsumsi serangga, jangkrik, cacing, jambu dan pisang.
 
Melalui poster ''Biarkan Aku Berkicau di Tanah Bali'' ini Fendy berusaha untuk mensosialisasikan tentang burung Jalak Bali yang terancam punah, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih menjaga dan memelihara Jalak Bali bersama-sama.  (AT/Zul).

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga