Rabu, 20 September 2017

Saluran Air Tidak Fungsi Jadi Penyebab Banjir Permukiman Bekasi

id Banjir, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, saluran air, perumahan,Dinas PUPR, saluran Kali Jambe, pembangunan infrastruktur, Summarecon,bekasi
Saluran Air Tidak Fungsi Jadi Penyebab Banjir Permukiman Bekasi
Warga melintasi genangan air di kawasan Jatimakmur, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. (Foto Antara/Risky Andrianto/Dok)
Saya sudah tinjau langsung keempat lokasi banjir itu dan masalahnya sudah terdeteksi, yakni saluran air yang tidak berfungsi optimal.
Bekasi (Antara Megapolitan) - Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Rahmat Effendi mendeteksi penyebab banjir di empat lokasi perumahan warga saat turun hujan dengan intensitas lebat.

"Saya sudah tinjau langsung keempat lokasi banjir itu dan masalahnya sudah terdeteksi, yakni saluran air yang tidak berfungsi optimal," katanya di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, hujan yang melanda Kota Bekasi sejak sepekan terakhir mengakibatkan berbagai perumahan tergenang banjir.

"Saya selalu memantau laporan warga melalui media sosial saya dan intensif melakukan penanggulangan lewat instansi terkait," katanya.

Dikatakan Rahmat, empat lokasi banjir yang tengah ditangani Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bekasi di antaranya Jalan Nangka, Kelurahan Kaliabang Tengah, Kecamatan Bekasi Utara.

"Di sini penyebabnya adalah saluran Kali Jambe yang meluap ke jalan. Aliran sungai yang meluap dikarenakan sempitnya saluran air yang mengarah ke Kali Jambe dan juga karena pembuatan saluran air yang justru malah menghambat jalannya air ke sungai," katanya.

Lokasi berikutnya adalah banjir di Kampung Rawabugel, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, yang saat ini telah minim lahan resapan akibat maraknya pembangunan infrastruktur.

"Di lokasi banjir ini berdiri tembok pembatas antara lingkungan warga dengan kawasan terpadu Summarecon Bekasi," katanya.

Warga di lokasi itu menuding pihak Summarecon tidak memiliki solusi pembuangan air jika terjadi hujan deras sehingga aliran air menuju langsung ke rumah warga Rawabugel.

"Saya menginstruksikan warga membuat surat pengajuan ke pihak Summarecon yang dilayangkan juga ke Dinas PUPR Kota Bekasi agar segera menindaklanjuti perihal keluhan warga di wilayah tersebut," katanya.

Lokasi banjir berikutnya berlokasi di kawasan Cevest belakang Stadion Patriot Chandrabaga, Kecamatan Bekasi Selatan.

"Saluran di lokasi itu bermasalah sebab aliran sisi kiri berbeda dengan aliran sisi kanan yang deras mengarah ke Sungai di Kayuringin," katanya.

Rahmat menginstruksikan Dinas PUPR Kota Bekasi untuk membawa alat pengeruk sampah dan mesin penyedot untuk melakukan normalisasi saluran air.

Lokasi banjir keempat berada di wilayah Kelurahan Pengasinan dan Taman Narogong, Kecamatan Rawalumbu yang disinyalir disebabkan sumbatan aliran sungai.

"Solusinya kami akan bongkar bangunan yang tidak berizin yang selama ini menghambat penyerapan air hujan ke tanah," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga