Senin, 24 April 2017

Waduh, Penjual Mie Ayam Kritis Terserempet Kereta Api

id terserempet kereta, Zaenal Arifi, Kampung Sukamantri, kereta api Pangrango, pintu perlintasan kereta api, Jalan Rambay, RSUD R Syamsudin SH, Sukabumi
Saya sudah teriak-teriak supaya ke pinggir bahkan masinis sempat membunyikan klakson namun korban tidak mengindahkannya diduga ia sedang melamun.
Sukabumi (Antara Megapolitan) - Seorang penjual mie ayam bernama Zaenal Arifin Warga Kampung Sukamantri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kritis diserempet kereta api Pangrango saat akan menyeberang rel depan rumahnya.

"Kejadian tersebut tidak jauh dari pintu perlintasan kereta api di Jalan Rambay, saya melihat korban mau menyeberang namun tidak tahu penyebabnya akhirnya terserempet hingga terpental sekitar 10 meter," kata penjaga pintu perlintasan kereta api Rambay Udi di Sukabumi, Minggu.

Informasi yang dihimpun, musibah yang dialami warga RT 07/03 Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, ini berawal saat kereta api dari arah Sukabumi menuju Bogor akan melintas di depan rumah korban.

Warga dan tetangganya yang sudah memperingati Zaenal agar menepi dan tidak menyebrang ternyata tidak digubrisnya karena kereta api sudah mulai mendekat dan masinispun sudah beberapa kali membunyikan klakson.

"Saya sudah teriak-teriak supaya ke pinggir bahkan masinis sempat membunyikan klakson namun korban tidak mengindahkannya diduga ia sedang melamun," kata tetanggan korban Marlia.

Melihat Zaenal terserempet dan tidak sadarkan diri ini langsung warga langsung membawanya ke Rumha Sakit UmumDaerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

Hingga saat ini korban masih mendapatkan perawatan intensif dari tim medis rumah sakit milik Pemkot Sukabumi tersebut dan belum sadarkan diri karena luka parah di bagian kepalanya.

Sementara, dokter jaga RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi Adigunawan Wibowo mengatakan dari hasil pemeriksaan dan scan korban mengalami gegar otak yang cukup parah akibat benturan keras pada kepalanya.

"Korban terancam mengalami gegar otak permanen, tetapi untuk mengetahui sejauh mana dampaknya kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga