Selasa, 22 Agustus 2017

Risiko Bunuh Diri Kalangan Perempuan Bekerja Di Bidang Seni

id Resiko, Bunuh Diri, Kalangan, Perempuan, Tari, Menari, Budaya, Bekerja, Di, Bidang, Seni, Kebudayaan, Laoran, Iptek, Wanita, Gadis, Wanita
Risiko Bunuh Diri Kalangan Perempuan Bekerja Di Bidang Seni
Ilustrasi - Sejumlah wanita desa sedang memperagakan musik lesung (alat menumbuk padi tradisional terbuat dari kayu) untuk mendukung kegiatan Siskamling/Kamtibmas, di Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. (ANTARA FOTO/M.Tohamaksun/Dok).
ONS mengatakan ada 18.998 kasus bunuh diri di kalangan lelaki dan perempuan yang berusia antara 20 dan 64 tahun antara 2011 dan 2015 di Inggris, sama dengan sebanyak 12 kematian untuk setiap 100.000 orang per tahun.
London (Antara/Xinhua-OANA/Antara Megapoitan) - Risiko bunuh diri di kalangan perempuan yang bekerja di bidang seni, sastra dan media menghadapi resiko 69 persen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional, kata Kantor bagi Statistik Nasional Inggris (ONS).

ONS mengatakan ada 18.998 kasus bunuh diri di kalangan lelaki dan perempuan yang berusia antara 20 dan 64 tahun antara 2011 dan 2015 di Inggris, sama dengan sebanyak 12 kematian untuk setiap 100.000 orang per tahun.

Lelaki yang bekerja di tempat dengan ketrampilan paling rendah memiliki resiko 44 persen lebih tinggi untuk bunuh diri dibandingkan dengan lelaki rata-rata nasional.

ONS mengatakan resiko bunuh diri di kalangan lelaki pekerja di bidang dengan ketrampilan rendah, terutama mereka yang bekerja di sektor pembangunan, tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lelaki di tingkat nasional.

Resiko bunuh diri meningkat bagi orang yang bekerja di bidang kebudayaan, media dan olah raga bagi pria --20 persen lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pria, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi. Sementara itu, di kalangan perempuan yang bekerja di bidang seni, kesusastraan dan media resiko bunuh diri 69 persen lebih tinggi.

ONS menyatakan resiko bunuh diri di kalangan perempuan yang menekuni profesi kesehatan 24 persen lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan rata-rata nasional; kebanyakan terlihat pada perempuan perawat.

Studi itu juga memperlihatkan orang yang bekerja dalam kelompok dengan gaji tertinggi, seperti manager, direktur dan pejabat senior memiliki resiko bunuh diri paling rendah. Di antara direktur dan manager perusahaan, resiko bunuh diri lebih dari 70 persen lebih rendah buat lelaki dan perempuan.

Duncan Selbie, CEO Kesehatan Masyarakat di Inggris, berkata, "Bunuh diri adalah penyebab utama kematian buat lelaki yang berusia di bawah 50 tahun, dan lebih banyak perempuan mengakhiri hidup mereka setiap tahun.

"Tindakan dini dapat menghentikan setiap pegawai yang mencapai tahap putus-asa. Tindakan sederhana dapat membuat perbedaan besar --berbicara dengan manager atau rekan dapat membantu orang memperoleh dukungan yang mereka perlukan, dan akhirnya menyelamatkan nyawa," tambah Selbie.

Penerjemah: Chaidar.

Editor: M. Tohamaksun

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga