Karang Para Jadi Tujuan Wisata Baru Sukabumi

id karang para, obyek wisata, Kampung Padaarang, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, pengelola, Ade Saupul, wisatawan, berswafoto (selfie), sukabumi
Objek wisata ini dikelola oleh warga dan pemerintah desa, untuk tarif masuknya pun hanya Rp2000 perorang dan ada tambahan biaya jika ingin berfoto `selfie` di jembatan hati yakni Rp2.000.
Sukabumi (Antara Megapolitan) - Objek wisata Karang Para di Kampung Padaarang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi tujuan baru bagi para pecinta wisata baik dari dalam maupun luar Sukabumi.

"Objek wisata yang berada di Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh ini memang belum lama dikenal, tetapi ternyata banyak wisatawan dari dalam dan luar Sukabumi yang datang ke sini untuk melepas penat dan menghabiskan waktu liburan," kata pengelola objek wisata Karang Para Ade Saupul di Sukabumi, Jumat.

Di lokasi wisata itu tersaji panorama alam alami dan suasana pedesaan.

Selain itu, terhampar bebatuan karang yang menyerupai beragam masjid, hiu, para (atap), goa dan lainnya.

Bahkan lokasinya pun tidak jauh dari pusat Kota Sukabumi yang hanya sekitar 10 kilometer dengan sarana akses jalan yang sudah baik.

Selain itu, objek wisata seluas 12 hektare yang baru empat bulan dikelola tersebut memiliki jembatan yang dibentuk menyerupai hati sehingga dikenal dengan Jembatan Hati.

Banyak wisatawan yang berswafoto (selfie) di jembatan tersebut karena langsung mengarah pemandang Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Pajampangan.

Pemandangan yang masih alami sangat layak bagi siapapun warga yang ingin melepaskan diri dari hingar bingarnya suaranya kendaraan di kota.

Pengunjung disuguhi udara sejuk karena objek wisata ini masih alami dan dekat dengan pegunungan.

Selain itu, wisatawan tidak perlu khawatir karena karena pehak Wisata Karang Para menyediakan toilet umum, mushola, tempat wudhu dan beberapa warung.

Namun setiap wisatawan wajib menjaga kebersihan dan dilarang membuang sampah sembarang.

"Objek wisata ini dikelola oleh warga dan pemerintah desa, untuk tarif masuknya pun hanya Rp2000 perorang dan ada tambahan biaya jika ingin berfoto `selfie` di jembatan hati yakni Rp2.000," tambahnya.

Ade mengatakan rata-rata pengunjung di hari kerja yang datang sekitar 200 hingga 300 orang, tetapi saat musim libur bisa mencapai 2.000 orang lebih.

Pengunjung juga dijamin keamanannya khususnya kendaraan yang diparkirnya.

Sementara salah seorang wisatawan asal Tangerang Selatan, Banten, Denisa mengatakan ia baru tahu ada objek wisata pemandangan di Kabupaten Sukabumi, sebab selama ini hanya Palabuhanratu dan Salabintana yang terkenalnya.

"Kebetulan saya sedang liburan ke rumah saudara di Sukabumi dan diajak ke sini. Selain murah tarif masuknya objek wisata ini juga bersih dan udaranya masih sejuk," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga