Senin, 21 Agustus 2017

Alfamart Gandeng Pelaku UMKM Bogor Kembangkan Kemitraan

id Alfamart, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, UMKM, Branch Manager Alfamart, Lilik Soehada, Toko Mitra Alfamart, TMA, RAB, Rencana Anggaran Biaya, Bogor
Alfamart Gandeng Pelaku UMKM Bogor Kembangkan Kemitraan
Salah satu Toko Mitra Alfamart (TMA) di Kalisuren, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Corporate Communication Alfamart/Dok).
Kami menyasar wirausahawan baru dan pemilik toko tradisional yang ingin memiliki usaha dengan format minimarket.
Bogor (Antara Megapolitan) - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (pengelola Alfamart) mengembangkan kemitraan dengan pelaku UMKM di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui kerja sama Toko Mitra Alfamart (TMA).

"Tujuan kemitraan ini untuk membantu pelaku UMKM agar dapat memiliki bisnis ritel dengan pengelolaan modern, melalui sistem kemitraan dengan modal investasi yang terjangkau," kata Branch Manager Alfamart Lilik Soehada di Bogor, Senin.

Lilik mengatakan, TMA merupakan upaya perusahaan dalam mendukung pemerintah untuk ikut mengembangkan potensi UMKM di Indonesia.

"Kami menyasar wirausahawan baru dan pemilik toko tradisional yang ingin memiliki usaha dengan format minimarket," katanya.

Ia mengatakan, target yang disasar adalah wirausahawan baru dan pemilik toko yang terkendala dengan modal usaha dan tidak mengerti manajemen ritel modern.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bentuk kemitraan yang dilakukan sangat dibutuhkan bagi UMKM yang baru akan memiliki usaha atau pemilik toko tradisional yang selama ini kesulitan dalam pengelolaan toko secaramodern.

Dengan bergabung menjadi TMA, para wirausahawan atau pemilik toko tradisional dibantu dalam pasokan barang, pelatihan dan pendampingan, serta sistem operasional toko swalayan.

"Untuk bermitra dalam TMA atau melakukan upgrade toko tradisional menjadi format minimarket, modal yang dibutuhkan berkisar Rp 50  76 juta," katanya.

Ia menambahkan, modal yang dibutuhkan tergantung dari luas toko atau tipe toko. Tipe A (dengan luas 12 meter persegi) sebesar Rp 58 juta, tipe B (luas toko 15 meter persegi) investasinya Rp 60 juta, sementara tipe C (dengan luas toko 24 meter persegi) investasinya sekitar Rp 76 juta.

"Syarat bergabung menjadi Toko Mitra Alfamart adalah usaha perorangan atau badan usaha yang telah memiliki lokasi milik sendiri atau sewa minimal tiga tahun dengan bangunan permanen dan lokasi tidak melanggar perda setempat," katnya.

Selanjutnya, perusahaan kemudian akan melakukan survei dan membuat studi kelayakan atas lokasi yang diajukan.

"Jika lokasi disetujui, tim akan membuat proposal berikut Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga diketahui modal usaha yang perlu disiapkan," katanya.

Lilik menyebutkan, setelah proposal dan RAB disetujui oleh calon Mitra dan modal usaha telah disetorkan, perusahaan akan mengubah penampilan toko kelontong dengan format seperti minimarket termasuk display barang dan sistem komputerisasinya atau POS (Point of Sales) kasir di toko.

Pemilik TMA akan mendapatkan pasokan barang dagangan dengan harga khusus yang akan dikirim oleh Member Relations Officer (MRO) melalui Toko Alfamart terdekat.

Untuk jumlah barang yang dijual, lanjurnya, berkisar 500 item dengan komposisi 60 persen merupakan produk yang cepat terjual atau fast moving item.

Harga jual barang di toko TMA juga akan lebih kompetitif karena mengikuti standar marjin yang disarankan perusahaan.

"Selama kemitraan terjalin, kami akan melakukan pendampingan secara berkelanjutan," katanya.

Lilik menambahkan, pihaknya juga memberikan pelatihan sistem operasional toko, serta mengajari mitra membuat laporan penjualan melalui dukungan program IT yang sudah tersedia.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga