Jumat, 24 Maret 2017

10 Kukang Dilepasliarkan Ke Gunung Sawal

id kukang, nycticebus javanicus, rehabilitasi, IAR, Wendi Prameswari, Animal Care Manager IAR Indonesia, Kemen LHK, KLHK, Pusat Rehabilitasi, kaki Gunung
10 Kukang Dilepasliarkan Ke Gunung Sawal
Ilustrasi - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat melepasliarkan 20 ekor kukang Jawa (Nycticebus javanicus) di hutan koridor Blok Nyomplong Taman Nasional Gunung Halimun Salak Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto Antara/ Aditya A Rohman/Dok)
Kondisi awal kukang saat pertama kali datang sangat memprihatinkan, badanya kurus dan mengalami luka-luka.
Bogor (Antara Megapolitan) - Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Satwa Internasional Animal Rescue (IAR) Indonesia melepas liarkan 10 individu kukang di Suaka Margasatwa Gunung Sawal Ciamis, Jawa Barat, Sabtu.

"Kesepuluh individu kukang ini telah selesai menjalani masa pemulihan kesehatan dan rehabilitasi di Pusat Rehabilitas IAR di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor selama enam bulan, dan siap dilepasliarkan," kata Nur Purba Priambada, dokter hewan IAR Indonesia.

Ia menjelaskan, kesepuluh individu kukang tersebut terdiri dari lima individu jantan dan individu betina. Berasal dari serahan masyarakat ke BKSDA dan Pusat Penyelamatan IAR Indonesia melalui kanal www.kukangku.org. Pelepasliaran kukang tersebut didukung oleh BKSDA wilayah III Bidang Ciamis, Jawa Barat.

"Kondisi awal kukang saat pertama kali datang sangat memprihatinkan, badanya kurus dan mengalami luka-luka. Ada dua kukang yang kondisinya sangat memprihatinkan bernama Puntang dan Bidang," katanya.

Menurut Purba, Puntang adalah kukang betina serahan masyarakat tahun 2016 lalu. Pelapornya mengontak kanal kampanye www.kukangku.org dan mengatarkannya langsung ke IAR Indonesia di Tamansari, Kabupaten Bogor.

Kondisi Puntang kala itu mengalami luka di tangan kanannya karena jeratan. Tim medis terpaksa mengamputasi seluruh jarinya agar infeksintidak menyebar ke seluruh tubuhnya.

"Untungnya kondisi Puntang saat itu masih liar dengan formasi gigi lengkap sehingga mempercepat proses pemuliahannya hingga waktu pelepasliaran," katanya.

Sementara kukang jantang bernama Bidang merupakan serahan masyarakat lokal ke BKSDA Ciamis yang dititiprawatkan di IAR Indonesia. Kondisi awalnya lemah karena bagian dada, perut dan tangannya luka akibat sengatan listrik.

"Setelah enam bulan dirawat, Bidang lolos untuk dilepasliarkan bersama Putang dan delapan individu kukang lainnya," kata dia.

Menurut Purba, seluruh kukang sudah siap untuk hidup bebas di daerah asalnya, bisa beradaptasi dengan baik layaknya kukang liar dan dapat mengkoreksi secara positif populasi kukang yang semakin berkurang.

Sementara itu, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, Himawan Sasongko mengatakan, pelepasliaran kukang di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Gunung Sawal sebagai upaya untuk mendukung keberlangsungan ekologi di dalam kawasan serta menjaga dan meningkatkan populasi jenis primata sebagai satwa endemik di wilayah tersebut,

"Sejak tahun 2014 sekitar 25 kukang hasil rehabilitas IAR Indonesia dan serahan warga ke BKSDA Ciamis sudah dilepasliarkan di Gunung Sawal," katanya.m

Menurutnya, populasi kukang di Gunung Sawal semakin menurun. Sementara SM Gunung Sawal merupakan salah satu habitat alami kukang jawa yang penting di wilayah Ciamis. Selain itu juga menjadi kantong habitat macan tutul jawa.

Dari hasil kajian IAR Indonesia dan Bidang KSDA Ciamis, kawasan tersebut memiliki potensi cukup bagus dari segi ketersediaan pakan, tempat berlindung dan air sebagai komponen penting suatu habitat.

"Keberadaan kukang dialami berfungsi sebagai penyeimbang ekosistem yaitu menjaga keanekaragaman jenis tumbuhan asli wilayah tersebut," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga