Minggu, 30 April 2017

"ALFED" Luncurkan PROMEKA Di Jawa Barat

id ALFED, Asosiasi Dosen untuk Pengembangan Keuangan dan Ekonomi, Bambang Setiono, P.hD, Program Mengelola Ekonomi Keluarga, PROMEKA, Tridharma perguruan
Ketua Umum ALFED Bambang Setiono (tengah) menyerahkan plakat kepada Wali Kota Bogor Bima Arya (kanan) saat seminar dan pelantikan pengurus ALFED daerah Bogor, Bekasi, Karawang dan Tasikmalaya di Universitas Pakuan, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/2). (Foto Antara/Arif Firmansyah).
PROMEKA ini sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharmanya perguruan tinggi.
Bogor (Antara Megapolitan) - Asosiasi Dosen untuk Pengembangan Keuangan dan Ekonomi (ALFED) menggandeng sejumlah pemerintah daerah di Provinsi Jawa Barat meluncurkan Program Mengelola Ekonomi Keluarga (PROMEKA) di Universitas Pakuan, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis.

"PROMEKA ini sebagai bagian dari pelaksanaan Tridharmanya perguruan tinggi. Semoga sivitas akademika di Jawa Barat dapat melaksanakannya," kata Ketua Umum ALFED, Bambang Setiono, P.hD.

Bambang mengatakan, Tridharma perguruan tinggi adalah kewajiban dari perguruan tinggi sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Ia menjelaskan, PROMEKA adalah sebuah program yang mempunyai visi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan perekonomian daerah kecamatan.

Sedikitnya ada enam tujuan dibentuknya PROMEKA yakni membangunan forum yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dalam jangka panjang dapat memberdayakan masyarakat. Meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi di Indonesia. Mendorong implementasi program nasional untuk meningkatkan inklusi keuangan.

Mendorong implementasi program nasional untuk meningkatkan inklusi keuangan, mendorong transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik pemerintah kecamatan dan stakeholder lainya untuk melaksanakan program nasional. Membangun transparansi dan akuntabilitas industri keuangan dalam melaksanakan peraturan yang berlaku terkait kewajiban literasi dan inklusi keuangan.

"Dan membangun transparansi serta akuntabilitas perusahaan dalam pelaksanaan peraturan yang berlaku terkait dengan tanggungjawab sosial dan lingkungan hidup," katanya.

Menurut Bambang, pelaksanaan PROMEKA dilakukan melalui sebuah forum yang anggotanya terdiri dari wakil pemerintah kecamatan, wakil lembaga keuangaan di wilayah kecamatan, wakil industri di wilayah kecamatan dan wakil target keluarga di wilayah kecamatan.

"Sasaranya adalah keluarga miskin, keluarga usaha mikro, keluarga usaha retail dan keluarga TKI," katanya.

Ia mengatakan, para anggota Forek tersebut didampingi oleh fasilitator dan anggota ALFED serta perguruan tinggi setempat.

PROMEKA, lanjutnya punya tiga kegiatan utama yakni, penilaian tingkat kesehatan ekonomi keluarga melalui sebuah aplikasi yang diberi nama ITIKAD (indikator kesejahteraan keluarga independen).

Pelatihan pengelolaan ekonomi keluarga berdasarkan hasil analisis dari ITIKAD, dan yang ketiga, pemberian bantuan (sesuai kebutuhan masyarakat) berdasarkan hasil dari kegiatan pertama dan kedua.

Peluncuran PROMEKA di Jawa Barat melibatkan empat pemerintah daerah yakni Kota dan Kabupaten Bogor, Karawang, Bekasi dan Tasikmalaya.

Turut hadir Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto didampingi Asisten bidang perekonomian Edgar Suratman, dan Ketua PKK Kota Bogor, Yane Ardian dan Rektor Universitas Pakuan, Bibin Rubini saat membuka diskusi panel bertema "Membangun Ekonomi Keluarga Untuk Keuangan yang Lebih Inklusif".

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto berharap peluncuran PROMEKA di Kota Bogor dapat jadi percontohan yang sukses di Indonesia.

"Kota Bogor memiliki banyak perguruan tinggi yang memiliki sivitas akademika yang terbaik di Indonesia," katanya.

ALFED adalah organisasi dosen dan praktisi yang bekerjasama untuk meningkatkan kualitas Tridharma perguruan tinggi sebagai amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012.

Asosiasi ini fokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan yang beranggotakaan dosen dari berbagai disiplin ilmu dari puluhan kampus di Indonesia.

ALFED hadir ditengah masyarakat Indonesia untuk meningkatkan peran strategis sivitas akademika dalam upaya penyejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor keuangan dan ekonomi.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga