Jumat, 22 September 2017

Singapura Gelar BuildTech Asia Ke-6

id Singapura Gelar BuildTech Asia Ke-6
Buildtech Asia 2016 bertujuan untuk membekali para kontraktor dan arsitek dengan wawasan baru tentang metodologi konstruksi dan bangunan.
Jakarta (Antara Megapolitan) - Singapura kembali menggelar BuildTech Asia untuk yang keenam kalinya yang akan dimulai pada 18 hingga 20 Oktober 2016 untuk memenuhi kebutuhan sektor lingkungan binaan yang terus berkembang di wilayah tersebut.

CEO Building and Construction Authority (BCA) John Keung dalam keterangan tertulisnya, Jumat mengatakan kegiatan ini diselenggarakan oleh Sphere Exhibits dan dipandu oleh Building and Construction Authority (BCA), BuildTech Asia diselenggarakan bertepatan waktu dengan acara Singapore Construction Productivity Week (SCPW) atau Minggu Produktivitas Pembangunan Singapura) 2016.

Sekitar 150 perusahaan yang berpartisipasi akan menampilkan beraneka ragam teknologi produktif, bahan bangunan, dan solusi arsitektur serta penyelesaian yang berkualitas, bersama dengan pameran pokok dari berbagai perusahaan mesin dan peralatan konstruksi di BuildTech Asia kepada lebih dari 6.000 pengunjung dari Asia dan seluruh dunia. 

Selain itu, delapan paviliun negara dari Tiongkok, Indonesia, India, Selandia Baru, dan Korea Selatan akan memamerkan beragam teknologi yang membahas tantangan pembangunan dan konstruksi di beraneka ragam industri vertikal.

SCPW mengumpulkan para pengembang, arsitek, konsultan, kontraktor, dan pemasok di satu tempat untuk saling bertukar gagasan terkait produktivitas pembangunan, teknologi produktif yang baru, praktik terbaik, dan kisah kesuksesan. Dengan tema "Mengubah Cara Pembangunan melalui Inovasi'.

Tahun ini SCPW akan memfasilitasi pembahasan Design for Manufacturing and Assembly (DfMA - Desain Manufaktur dan Perakitan), meningkatkan kualitas tenaga kerja dan memperbaiki integrasi dalam rantai suplai konstruksi untuk mendorong lompatan produktivitas konstruksi yang jauh ke depan.

"Fase kemajuan berikutnya dalam sektor lingkungan binaan mengharuskan adanya perubahan dalam cara kita membangun. Kita harus mendorong sektor lingkungan binaan agar semakin memanfaatkan DfMA lebih jauh lagi, yang berarti memindahkan sebanyak mungkin pekerjaan konstruksi lapangan ke proses pra-fabrikasi pabrik di belakang meja," katanya. 

Dengan melakukan hal tersebut katanya kita dapat mengurangi ketergantungan perusahaan untuk tenaga kerja melalui tingkat otomatisasi yang lebih tinggi, meminimalkan dampak pada lingkungan sekitar, mengurangi pemborosan sumber daya selama pembangunan, serta menciptakan tempat kerja yang lebih kondusif dan aman. 

Kualitas bangunan dan infrastruktur pun akan meningkat saat kita berusaha untuk mewujudkan lebih banyak upaya fabrikasi.

Di Indonesia, industri konstruksi diperkirakan akan tumbuh pada tingkat majemuk sebesar 7,87 persen  antara 2015-2019. Saat ini, industri konstruksi mewakili hampir 10 persen PDB dan bernilai 885 miliar dolar AS pada tahun 2015. Permintaan untuk konstruksi sebagian besar akan didanai oleh sektor swasta . 

Buildtech Asia 2016 bertujuan untuk membekali para kontraktor dan arsitek dengan wawasan baru tentang metodologi konstruksi dan bangunan cerdas, saat integrasi teknologi ke dalam bangunan telah memberikan kontribusi peningkatan produktivitas fungsi bangunan sebesar 3,8 persen. 

Penghematan biaya dari desain fasilitas, konstruksi dan pengoperasian akan menciptakan keberlanjutan dalam bangunan melalui peningkatan efisiensi. Mengingat hal ini, BuildTech Asia 2016 berusaha memberikan wawasan baru tentang metodologi pembangunan dan konstruksi yang cerdas serta penghematan.

Sementara itu Chairman Sphere Exhibits, Chua Wee Phong mengatakan teknologi sangat mempengaruhi sektor lingkungan binaan di Singapura dan wilayah sekitarnya. Selama beberapa tahun ini.

"Kami telah memperkuat kemitraan dengan BCA untuk membantu perusahaan di industri konstruksi agar tetap mengikuti perkembangan teknologi terbaru dalam teknologi produktif melalui penggunaan bahan bangunan dan solusi turnkey yang cerdas," katanya. 

Ia mengatakan sangat senang dapat memperkenalkan kembali solusi arsitektur dan pameran penyelesaian berkualitas tahun ini. Untuk semakin memperkuat industri ini, kami bangga karena menjadi pihak pertama yang memperkenalkan segmen Building-IoT atau Internet of Things.

Selain itu juga menyelenggarakan konferensi khusus untuk membantu para praktisi industri lebih jauh dalam menghadapi lingkungan yang semakin kompleks dan terhubungkan sekaligus mengembangkan kepakarannya.

Editor: Feru Lantara

COPYRIGHT © ANTARA 2016

Baca Juga